Category Archives: Strategic Thinking

Membuat Pengunjung ‘Kerasan’ di Web Anda

Jangan sekali-kali Anda berpikir, mereka yang datang ke situs Anda pada umumnya adalah orang yang butuh barang atau jasa dan mau membelinya. 95% dari para peselancar di Internet adalah orang-orang yang ingin mendapatkan informasi tentang suatu topik yang mereka minati . . .

Maka jika Anda tahu akan hal ini, mengapa tidak memberikannya kepada mereka? Coba simak secara singkat, dua (2) cara untuk mendapatkan lebih banyak pengunjung dengan memberikan kepada mereka apa yang mereka sukai dan yang mereka cari:

1) Masukkan informasi yang berguna di situs Anda atau di situs tambahan sebagai pendukung dari situs Anda sekarang ini, dan me-link ke situs utama tentang produk Anda, dan sebagai pemuas dahaga informasi bagi ceruk pasar yang satu ini yang membutuhkan informasi yang berguna dan informatif.

2) Ajaklah dengan situs web tertentu yang memiliki informasi yang berguna untuk suatu ‘joint venture‘. dan dari situs itu Anda bisa lakukan negosiasi untuk mempromosikan produk dan jasa Anda.

Mengapa Harus Pupuk Komunikasi Dengan Pelanggan?

Kastemer yang Anda miliki sekarang sangat berharga. Statistik menunjukkan bahwa 28-42% dari daftar kastemer yang pernah menggunakan jasa Anda atau membeli sesuatu dari Anda akan membelinya lagi. Coba pikirkan potensi dalam hal ini. Ini merupakan ladang keuntungan yang dapat Anda peroleh.

Misalnya,
Anda memiliki 500 kastemer yang pernah membeli  suatu produk dari Anda seharga Rp.50.000,-. Kemudian Anda kirim kepada mereka e-mail pemberitahuan mengenai produk tertentu maka sekitar kira-kira 200 dari antara mereka membeli sehingga akhirnya Anda akan mendapatkan 10.000.000,- Memang bila produknya tidak umum, paling tidak hal itu akan menjembatani Anda untuk dapat mendapatkan janji untuk melakukan demo. Nah Anda pun bisa lakukan hal serupa bila Anda memiliki produk ‘back-end’ (artinya produk yang dijual yang ada kaitannya dengan produk pertama). Banyak pemasar elektronik mendapati diri mereka pun demikian.

Jadi yang perlu Anda lakukan adalah jika Anda memiliki produk buat produk ‘back-end’-nya. Namun jika Anda tidak memiliki produk ‘back-end’, maka buat dua produk. Contoh dalam hal ini adalah, Jika Anda menjual buku yang dapat mengajarkan Anda mencari uang secara online seharga Rp. 30.000,- maka 30 hari kemudian tawarkan mereka versi buku update-nya seharga Rp. 60.000,-.

Selain itu, penting agar Anda juga selalu menjaga hubungan komunikasi dgn kastemer Anda maksimum tidak lebih dari 21 hari setelah melakukan transaksi dengan Anda begitu seterusnya tidak lebih dari 3 minggu setelah kontak terakhir.

Sarana Baru

Dengan Blog, Anda akan lebih mudah memupuk hubungan komunikasi dalam bentuk dialog dengan klien-klien Anda selama ini atau pun potensial prospek Anda. Lihat info lengkap ttg blog di sini!