Category Archives: Cyber PR

Media Internet & PR – Keuntungannya?

Benar sekali aktivitas PR banyak diuntungkan dengan adanya media internet, namun saya tidak mengatakan bahwa internet mengganti media PR. Internet hanyalah salah satu dari sekian banyak media yang dapat dimanfaatkan oleh para pelaku PR yang kenyataannya di Indonesia sekarang ini belum dimaksimalkan.

Saya berharap mudah-mudahan para pelaku PR di tanah air kita akan memaksimalkan media internet agar turut memberikan kontribusi dalam membangun citra suatu perusahaan.

Coba saja lihat melalui teknologi internet, para praktisi PR mampu langsung menjangkau audiens mereka tanpa harus diintervensi oleh para penyunting naskah maupun para reporter yang bertindak sebagai penjaga pintu dan yang melakukan sensor terbitnya suatu informasi.

Beberapa hal ini dapat terjadi apabila Anda mengirimkan press release kepada beberapa media tercetak yaitu seperti ini mereka :

  • Mengabaikannya – yang kenyataannya sering kali terjadi kalau tidak diberi sesuatu.

  • Syukur-syukur mencetaknya secara full.

  • atau hanya mencetaknya sebagian-bagian, tanpa diberi komentar tambahan.

  • Mencetak sebagian, lalu menambahkannya dengan komentar mereka atau disatukan dengan komentar kompetitor Anda sehingga menjadi suatu cerita hasil ramuan.

  • Mencetak sebagian, lalu ditambahkan dengan komentar para analis yang bakal mengubah perspektif tulisan Anda.

  • Mencetaknya sebagian kemudian disatukan dengan laporan yang dibuat oleh kompetitor, sehingga akhirnya inti pesan Anda akan hilang.

  • Menghapus pesan-pesan inti yang padahal akan mendukung pokok-pokok utama dari artikel Anda.

  • dan segala kemungkinan lain yang bisa terjadi.

Jadi lihat deh, dari semuanya hanya satu yang bernada positif semuanya negatif. Dan Untuk informasi lebih lanjut ttg tulisan ini dapat dibaca di sini!

Apa itu E-PR

Di situs web saya, saya memasukkan E-PR ke dalam E-Marketing, sebab E-Marketing membawahi semua jenis komunikasi pemasaran online, walaupun di beberapa lembaga atau institusi mempertentangkan atau membedakannya.

Para pelaku industri pemasaran mengakui bahwa PR bertanggung jawab dalam membangun suatu brand. Namun sekarang seraya media internet memainkan peranan yang sedemikian penting di kalangan bisnis dan masyarakat, E-PR bisa menjadi tantangan baru bagi strategi PR yang selama ini dilakukan secara offline, dan juga menjadi tambahan kosa kata baru seperti halnya kata e-commerce, e-mail, e-business, dan e-HR.

Huruf ‘e’ yang ditaruh sebagai prefiks dari kata PR yang singakatan dari Public Relations walaupun mirip dengan Humas, namun kata para pelaku PR, Humas berbeda dengan PR, namun dalam kaitannya dengan internet, ‘e-PR’ bukan saja mengartikan electronic, namun mengartikan jauh lebih sekadar perangkat elektronik, seperti halnya televisi digital dan berbagai perangkat kabel atau nirkabel.

Pengertian E-PR
E-PR adalah penerapan dari perangkat ICT (Information and Communication Technologies) untuk keperluan PR.

Dunia yang ditenggarai oleh Internet, di mana setiap aktivitas secara langsung atau tidak langsung ditenggarai oleh Internet, karena itu setiap bentuk aktivitas PR semakin membutuhkan satu atau lebih unsur ICT.

Hal ini berarti bahwa setiap praktisi PR perlu memiliki perangkat ICT dan terampil dalam menggunakannya, dan tentu dalam hal ini tanpa ICT kegiatan PR mereka tidak akan efektif. Pada prinsipnya untuk menggunakan perangkat tersebut tidak diperlukan suatu keahlian atau learning curve yang tinggi.

E-PR juga lebih dari pengertian di atas, mengingat hal tersebut mencakup pengetahuan untuk menerapkan kapan perangkat dan keahlian tersebut harus diterapkan dan pengaruhnya apa. Disiplin E-PR pada prinsipnya mengikuti pinsip “membangun hubungan”.

E-PR merujuk ke para praktisi yang pandai mencari, mengevaluasi, dan menyebarkan pengetahuan atau berita dari intranet dan internet untuk memproses komunikasi.

Praktisi E-PR harus seorang yang handal dalam berselancar di dunia maya dan tahu ke mana saja mereka harus berselancar untuk membangun brand.

Seorang praktisi E-PR mampu mengembangkan content untuk format distribusi apa saja (media cetak, radio, TV, situs web, e-mail, iTV, PDA, WAP, Usenet dan sejenisnya) agar dapat dengan tepat menjangkau berbagai macam audiens. Dan tahu kapan ia harus mempromosikan dan bilamana ia harus memberi tanggapan dan bereaksi.

E-PR adalah satu-satunya cara untuk membangun brand di dunia yang tidak kasat yaitu dunia maya mengingat internet telah menghadirkan dunia maya di samping dunia nyata, demikian seperti yang dikatakan oleh David Phillips, penulis dari buku terkenal yg berjudul Online Public Relations, sewaktu mendefinisikan E-PR ke dalam beberapa pengertian.