Blogging Menjadi Pekerjaan Korporat

Headline di atas yang aslinya berbunyi begini, “blogging becomes a corporate job” muncul dalam suatu tajuk artikel di Majalah Wall Street Journal edisi 31 Mei, 2005 (namun subscription required). Artinya ini adalah suatu tren karir yang akan dituju oleh para eksekutif berusia 30-an yang selain memiliki wawasan akan branding maupun cukup techie sehingga memadukan keduanya.

Di majalah WSJ di atas menyorot seorang eksekutif yang bernama Christine Halvorson yang bekerja untuk suatu perusahaan penghasil produk-produk susu dan yoghurt yang berbasis di Londonderry, N.H. yang bernama Stonyfield Farm (lihat www.stonyfield.com). Ini adalah perusahaan patungan yang sahamnya sebanyak 85% dimiliki oleh Grup Danone dari Perancis, dan sebagai salah satu perusahaan terbesar di dunia penghasil produk-produk susu dan yoghurt organik.

IKLAN : Layanan vendor sewa wireless receiver transmitter headset di Padang Palembang

Tidak heran juga kalau sebuah perusahaan pemasaran berbasis di New Jersey, Digital Grit, membuka lowongan untuk eksekutif dengan posisi Chief Blogger yang bekerja penggal waktu (part-time) yang paham akan blogging, vlogging, dan podcasting.

Haruskah Flash dipakai untuk Seluruh Halaman Web yg Pertama?

Jawaban yang singkat adalah : Tergantung target pasar Anda. Mengapa? Jika pasar Anda adalah untuk menghibur maka jawabannya adalah “YA”. Namun jika target pasar Anda adalah para pebisnis maka jawaban singkat adalah “TIDAK”.

Kebanyakan dari situs web komersial adalah untuk menjual produk atau jasa. Kebanyakan dari halaman awal yang dibuka dengan Flash adalah untuk memukau pengunjung dengan tampilan presentasi animasi dan menghibur. Namun situs web komersial dibuat untuk mempresentasikan informasi yang menggerakkan pengunjung untuk membeli.

IKLAN : Layanan sewaan alat translater simultan di Bandung

Selain itu jika halaman pertama didesain dengan Flash, situs pencari tidak dapat mengenali halaman tsb sedangkan 55% ‘traffic’ secara potensi dihasilkan oleh situs pencari. Dan jika seluruh informasi presentasi yang penting dibuat dari Flash dan waktu ‘loading’-nya lama maka pengunjung akan kesal menunggu dan berpindah ke situs lain.

Menulis EMail Penjualan yg Berdaya Tarik Emosional

Email penjualan dapat menjadi cara yang dahsyat dalam menyampaikan pesan Anda. Mail box saya terus-menerus terisi dengan “junk mail“, demikian kata banyak orang. Seorang teman memberitahu saya bahwa ratusan pesan email yang tak diundang datang setiap hari.

Mengapa begitu banyak pelaku bisnis – baik yang berskala besar maupun kecil – menggunakan email? Sederhana saja. Email dapat langsung ditulis dengan cepat, berhasil dengan baik. Inilah alasannya.

Email adalah bentuk komunikasi yang sangat pribadi. Bahkan ketika Anda mengetahui bahwa surat yang sama dikirimkan ke ribuan orang, email tersebut masih terasa seperti tulisan pribadi dari seorang teman.

IKLAN : Layanan RENTAL perangkat headset earphone Interpreter simultan di Palembang

Orang-orang yang mempunyai kemampuan yang bagus dalam menulis email penjualan mengetahui hal ini dan menggunakannya. Mereka berupaya sebaik mungkin untuk menciptakan suatu ikatan pribadi antara email tersebut dan resipiennya.

Email penjualan Anda harus berbicara secara intim dengan pembacanya. Bercakap-cakap secara tidak resmi dengan kalimat-kalimat pendek dan kata-kata sederhana. Buatlah pembaca SEGERA dengan mudah mengerti apa yang Anda tawarkan.

Kebanyakan orang hanya akan melihat sepintas selama tiga detik pertama terhadap email Anda sebelum memutuskan untuk membacanya lebih jauh atau menghapusnya.

Buatlah tawaran Anda menarik dan tonjolkan di pembuka dengan tepat.

LIMA RUMUS DAHSYAT UNTUK EMAIL PENJUALAN

Salah satu dari hal-hal yang hebat dari surat langsung (direct mail) – biasa maupun elektronik – adalah bahwa Anda mendapatkan respon yang segera dan dapat ditindak lanjuti. Email penjualan yang berhasil, menghasilkan sejumlah pesan balik, telepon langsung, penjualan yang dapat diperhitungkan.

Selama bertahun-tahun, para direct marketer telah menetapkan beberapa rumus favorit yang tampaknya berhasil. Berikut ini adalah lima rumus favorit saya.

1. Ceritakan sebuah kisah.

Perhatikan bahwa banyak dari email penjualan yang Anda terima mengikuti metode ini.

Sangat sulit menahan diri untuk tidak membaca sebuah kisah orang lain yang khususnya terdengar mirip dengan situasi yang kita alami. Orang-orang menyukai kisah-kisah sukses bahkan gossip seperti acara TV “Eko nge-gosip“.

Apalagi kisah tersebut memberi tahu kita caranya memperoleh kesuksesan untuk diri kita sendiri.

2. Surat dari Direktur.

Orang-orang merespek tulisan dari pemimpin perusahaan. Hal ini meminjamkan wewenang kepada pesan tersebut dan membuat pembaca merasa penting. Hal tersebut adalah sebuah cara yang bagus dalam menjual.

Rumus ini juga dapat digunakan untuk memberitahu pembaca mengenai informasi di dalamnya.

3. Tawarkan sesuatu yang gratis.

Bisa jadi berupa kunjungan gratis atau diskon dari toko atau kantor Anda. Seorang dokter yang tinggal disamping jalan rumah saya menarik pasiennya dengan mengirimkan ratusan kartu pos yang menawarkan “diskon 10% untuk kunjungan pertama”.

Prospek yang tertarik kepada produk atau jasa Anda akan lebih menghargai penawaran selanjutnya. Tawarkan dalam bentuk Special Report, brosur, atau booklet gratis. (Omong-omong, email Saya di bob@bjoconsulting.com  atau telpon ke 08161663288 kalau Anda ingin Saya buatkan Sales Email Letter yang emosional untuk produk Anda).

4. Ajukan pertanyaan. “Apakah hari-hari Anda begitu menjengkelkan dan membuat frustasi?”

Ini adalah psikologi kuno yang bagus. Pada saat Anda mengajukan pertanyaan, pembaca terdorong untuk menjawab pertanyaan tersebut. Hal ini melibatkan pembaca secara mental ke dalam email penjualan dan penawaran Anda.

Beberapa ahli mengatakan untuk mengajukan serangkaian pertanyaan yang menuntun resipien agar-agar masing-masing menjawab “ya“. Kemudian, pertanyaan terakhir yang menyuruh pembaca untuk menjawab “ya” untuk suatu transaksi atau “deal” bisnis.

5. Tunjukkan masalah yang sedang dihadapi oleh prospek.

Hal ini adalah metode promosi klasik. Perhatikan hal ini dalam pemasaran dan iklan dimanapun. Arahkan perhatian para pembaca kepada masalah, kemudian buatlah masalah tersebut tampak buruk. Sewaktu Anda telah menetapkan masalah sebagai rintangan utama dalam kehidupan pembaca, perkenalkan jasa atau produk Anda sebagai solusinya.

TULISLAH SUBJECT EMAIL UNTUK MEREBUT PERHATIAN

Kebanyakan email penjualan dimulai dengan sebuah headline yang langsung mempersembahkan poin utama. Subject bisa ditulis sedemikian rupa agar menggugah secara emosional:

Juga selain itu ingat, dalam menyapa tidak cukup sekadar menulis :

Hallo . . .  ,

Halo ke siapa? Agar menggigit sebutkan NAMA MEREKA, sebaliknya daripada “Hallo Teman,” atau “Hallo Para Orang Tua,” “Hallo Pencinta Bola Basket,” “Hallo Pemilik Mobil.”

kedengarannya TERLALU umum, bukan?

Tentu dalam hal ini Anda membutuhkan Sistem yang dapat mempersonalisasi setiap calon pembaca Anda, sebaliknya daripada “Copy & Paste“, lihat topik tentang “Personalized Email Merge Broadcasting Machine“.

Termasuk juga tambahan yang disebut N.B. atau P.S. pada akhir surat Anda. Studi menunjukkan bahwa kebanyakan pembaca langsung melompat ke N.B. sebelum membaca yang lainnya! N.B. harus dengan singkat mengemukakan kembali pokok utama penawaran Anda.

Akhirnya, tekankan manfaat daripada fitur. Bagaimana manfaat jasa atau produk kita meningkatkan kualitas hidup, pekerjaan, atau dompet kastemer.

Manfaat dari penawaran Anda mungkin jelas bagi Anda, namun jangan serahkan pada pembaca untuk mencari tahu sendiri, tidak peduli sejelas apa tampaknya pengetahuan mereka terhadap jasa atau produk Anda. Tekankan manfaatnya. Hubungkan mereka pada fitur dari penawaran Anda.

Email penjualan dapat menjadi sarana pribadi yang luar biasa untuk memperkenalkan orang-orang kepada produk, jasa, organisasi, atau ide Anda. Dengan menggunakan beberapa ide dan rumus yang telah saya sebutkan di atas, Anda dapat membuat email penjualan yang sangat emosional yang membuahkan hasil.